DISKRIMINASI GENDER DALAM FILM ON THE BASIC OF SEX (KAJIAN SASTRA FEMINIS LIBERAL)

PENDAHULUAN

Film adalah sebuah produk kesenian yang memuat cerita dari berbagai kehidupan. Film memiliki unsur tema, ceita, tokoh, dan sebagainya dikemas melalui format audio visual kemudian mengkomunikasikan sebuah pesan kepada penonton. Sobur (2002) berpendapat bahwa dalam Film menampilkan sebuah realitas kehidupan yang ada di masyarakat melalui layar lebar. Realitas kehidupan atau tema yang diangkat dalam sebuah film mengalami perkembangan. salah satunya film yang bertemakan diskriminasi gender dan perjuangan Perempuan.

Menurut Ihromi (2007) mengatakan bahwa diskriminasi adalah suatu bentuk dan sikap yang melanggar hak asasi manusia. Diskriminasi dapat diartikan sebagai perlakuan yang membeda-bedakan individu satu dengan individu lain berdasarkan ras, agama atau gender. Maka dari itu, diskriminasi gender adalah sebuah ketidak adilan yang didasarkan jenis kelamin berupan pembedaan sikap dan perlakuan. Sampai saat ini, Diskriminasi gender dapat terjadi dalam segala bidang. Misalnya bidang, olahraga, hukum, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Film On The Basis Of Sex merupan film produksi Amerika Serikat yang bercerita mengenai Hakim Mahkamah Agung Ruth Bader Ginsburg yang di dirilis pada tanggal 8 November 2018. Film ini berdasarkan kisah nyata perjalanan seorang Ruth dalam memulai karir di bidang hukumnya. Ruth Bader Ginsburg sendiri merupakan seorang pengacara dan ahli hukum Amerika yang dalam sejarahnya menjadi hakim agung perempuan kedua dalam sejarah Mahkamah Agung Amerika Seikat. Berlatar pada tahun 1950-an Film ini diperankan oleh Felicity Jones sebagai Ruth Bader Ginsberg dan Armie Hammer sebagai Martin Ginsburg. Dalam Film ini banyak mengandung permasalahan mengenai gender dan juga perjuangan perempuan dalam kehidupan sosial khususnya dalam sebuah lembaga hukum. Untuk itu penulis ingin mengkaji lebih dalam mengenai diskriminasi yang terjadi dalam Film On The Basis Of Sex menggunakan teori feminisme liberal.

Berdasarkan latar belakang yang telah diungkapkan, maka dapat dirumuskan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana diskriminasi gender yang terjadi dalam film On The Basis Of Sex dilihat dari kacamata feminisme liberal.

Penelitian menjadi salah satu penelitian metode kualitatif yang menggunakan Teori feminisme liberal sebagai dasar dalam mengenalisis diskriminisi gender yang terdapat dalam film On The Basis Of Sex.

Feminisme lahir bertujuan untuk menyetarakan kedudukan laki-laki dan perempuan. Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan  untuk menolak atau melawan hal yang dipinggirkan, direndahkan, dinomorduakan dalam bidang publik maupun domestik. Feminisme bukan gerakan membrentok terhadap kaum laki-laki melainkan perlawan terhadap stereotip gender (peran sosial yang didasarkan oleh jenis kelamin). Dalam gerakan feminis memiliki banyak aliran, diantaranya feminisme liberal, feminisme radikal, feminisme post modern, feminisme eksistensial, dan lain sebagainya.

Menurut Ratna (2010) feminisme liberal memandang bahwa setiap manusia memiliki hak dan kesempatan yang sama meskipun tetap menyadari adanya perbedaan tugas antara lelaki dan perempuan. Feminisme liberal memiliki asumsi dasar yaitu menganggap bahwa perbedaan laki-laki dan perempuan sebagai sebuah kontruksi sosio ekonomi dan kultural daripada hasil suatu biologi abadi. Feminisme liberal berakar dari humasnisme renaissance dan liberalisme yang memiliki orientasi kepada hak individu. Feminisme liberal berjuang untuk mencapai kecapaian kesetaraan hak-hak perempuan di segala bidang kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan personal. Kritik sastra feminis dianggap sebagai strategi membaca sastra sebagai seorang perempuan yang berarti bahwa dalam memandang sastra terdapat kesadaran khusus bahwa jenis kelamin berhubungan dengan produk-produk budaya.

Konsep umum terkait seks dan gender dalam masyarakat dipandang suatu hal yang sama. Padahal gender merupakan pembedaan antara laki-laki dan perempuan sebagai hasil konstruksi budaya yang terjadi secara terus menerus sedangkan seks merupakan pembedaan status laki-laki dan perempuan yang didasarkan pada sifat biologis atau kodrati. Diskriminasi gender merupakan ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat melaui pembedaan sikap dan perlakuan terhadap sesama manusia berdasarkan gender yang ada. 

Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan Film On The Basis Of Sex sebagai objek penelitian. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengungkapkan diskrimininasi gender yang terjadi dalam film tersebut dengan menggunakan analisis feminisme liberal.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Sinopsis Film On The Basis of Sex

On The Basis Of Sexmerupakan film produksi Foxus Feautres, Participant Media, Robert Cort Productions, dan Alibaba Pictures yang berasal dari Amerika Serikat. Film ini bercerita mengenai perjuangan Ruth Bader Ginsburg yang diperankan oleh Felicity Jones dalam menjadi pengacara dan ahli hukum di Amarika Serikat. Film berdurasi 120 menit dan dirilis pada tahun 2018 ini menjadi salah satu film yang disutradarai Mimi Leder

Berlatar pada tahun 1956 Film ini diawali ketika Ruth berkuliah di Harvard University jurusan hukum dan menjadi salah satu dari sembilan perempuan yang berhasil diterima oleh Harvard University. Pada tahun tersebut merupakan tahun keenam Harvard University menerima perempuan untuk belajar disana.  

Perjuangan Ruth didukung oleh suaminya yang seorang pengacara dan ahli hukum pajak. Martin tak segan berganti peran untuk mengurus anak dan membersihkan rumah meskipun pada tahun tersebut hal itu tidak pantas dilakukan oleh seorang laki-laki.  Ruth berpindah ke universitas Columbia dan berhasil menyelesaikan studi hukumnya dengan nilai tertinggi di kelasnya. Namun hal tersebut tak membuat Ruth mudah dalam melemar pekerjaan di firma hukum hingga akhirnya Ruth berkerja sebagai profesor di Rutgers Law School mengajar diskriminasi seks dan hukum.

Keingin Ruth untuk menjadi pengacara tak berhenti begitu saja. Pada tahun 1970, Martin memegang kasus mengenai hukum pajak seorang laki-laki belum menikah yang merawat ibunya. Ruth tertarik dengan kasus tersebut karena dinilai terdapat diskriminasi gender dalam kasus tersebut. Setelah menyakinkan beberapa pihak, Akhirnya Ruth maju dalam kasus persidangan tersebut sebagai pengacara.

Perjuangan Ruth dalam persidangan tersebut membuahkan hasil. Pengadilan banding memutuskan dengan suara bulat untuk mendukung Morits. Kemudian dengan berakhirnya kasus tersebut, Ruth mendirikan Proyek Hak Perempuan di ACLU yang  melanggar banyak Undang-undang berbasis gender.

Analisis Diskriminasi Gender Dalam Film On The Basis Of Sex

Feminisme liberal berakar dari humasnisme renaissance dan liberalisme yang memiliki orientasi kepada hak individu. Dalam kajian teori feminisme liberal berdasar pada hak setiap manusia yang sama. oleh karena itu, feminis liberal berjuangan mengenai kesetaraan hak perempuan dalam segala bidang.

Dalam Film On The Basis Of Sex terdapat beberapa diskriminasi gender, tak hanya diskriminasi kepada perempuan namun kepada laki-laki. Untuk itu penulis menganalisisnya sebagai berikut :

a. Diskriminiasi Gender Dalam Bidang Pendidikan

Film berlatar tahun 1950-an ini memberikan gambaran mengenai diskriminasi gender dalam pendidikan. Hal tersebut terlihat dalam awal scene dimana Ruth yang seorang perempuan merupakan satu-satunya yang bersekolah jurusan Hukum di Harvard University dan menjadi salah satu dari sembilan perempuan yang berhasil masuk di Harvard University.image-w1280.jpg716239_1200.jpg





(Gambar 1. Masa orientasi Harvard University) (Gambar 2. Ruth menjawab pertanyaan dari dosennya)

Permasalahan diskriminiasi gender pada universitas diawali dengan pertanyaan seksis yang ditujukan oleh teman-temannya kepada Ruth saat masa orientasi. Ruth yang seorang perempuan ditanya mengenai kehidupan keluarga dan mengapa ia berkuliah dan tidak menjaga keluarganya saja. Teman-tema Ruth berpandangan bahwa Seorang Perempuan tidak harus mengenyam bangku perkuliahan karena ada suami dan anak yang harus diurusi. Hal tersebut berhubungan dengan peran perempuan, dimana perempuan dipandang sebagai orang yang berada dalam sisi domestik dan tidak memiliki hak untuk mengenyam bangku perkuliahan seperti laki-laki.

Permasalahan diskriminasi gender juga terjadi di ruang kelas. Pada saat sesi pembelajaran berlangsung ketika dosen memberikan pertanyaan dan mengajak diskusi mahasiswanya Ruth yang mengacungkan tangan tidak dipilih oleh dosennya. Dosen tersebut masih melihat apakah ada sosok laki-laki yang mau menyuarakn pendapat. Setelah di rasa tidak ada baru Ruth yang dipilih. Tak sampai disitu, ketika Ruth berpendapatpun teman-teman kelasnya menertawakannnya. Hal tersebut berhubungan dengan pendapat perempuan di ruang publik, dimana pendapat perempuan dianggap sebagai hal yang tidak penting, bahkan suara perempuan dijadikan sebagai pilihan terakhir ketika lelaki tidak mau menyuarakan pendapatnya. Suara perempuan dianggap sebagai lelucon yang tidak perlu didengarkan berbeda dengan laki-laki, dimana suara laki-laki menjadi suara utama yang harus didengarkan. Hak berpendapat di muka umum lebih condong kepada lelaki pada tahun tersebut sehingga perempuan masih mengalami diskriminasi dalam hal berpendapat.

Permasalahan diskriminasi gender juga terjadi pada fasilitas kampus. Dalam film ditunjukkan bahwa toliet hanya tersedia untuk laki-laki, Ruth yang ingin membuang air kecil harus menahannya karena tidak tersedia toilet untuk perempuan. Hal tersebut menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemenuhan fasilitas kampus kepada perempuan. Dominasi laki-laki dalam universitas membuat tidak tersedianya toilet khusus perempuan. Meskipun ditunjukkan bahwa terdapat sembilan perempuan yang masuk dalam Harvard University namun masih belum ada toilet untuk perempuan tersebut. Hal itu berkaitan dengan hak perempuan dalam memperoleh pendidikan. Perempuan dipandang hanya bertugas dalam ranah domestik sehingga tidak memerlukan pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi banyak dominasi laki-laki sehingga fasilitas yang tersediapun menyesuaikan. Perempuan belum mendapat hak sepenuhnya mengenai fasilitas yang di dapat meskipun sudah mulai masuknya perempuan dalam ranah universitas.

b. Diskriminasi Gender Dalam Bidang Pekerjaan

Setelah melalui pendidikannya dalam bidang hukum, Ruth berkeingan untuk melamar pekerjaan menjadi pengacara. Diperlihatkan dalam scene Ruth mencari pekerjaan ditengah lautan laki-laki. Firma demi firma dimasuki Ruth untuk dapat menjadi salah satu bagian mereka. 




on-the-basis-of-sex-e1531756489303-700x303.jpg


(Gambar 3. Ruth mencari pekerjaan setelah lulu)

Permasalahan diskriminasi gender terdapat ketika Ruth ingin melamar pekerjaan sebagai pengacara di firma hukum. Ruth yang lulus dengan nilai terbaik mencoba mendaftar pada firma hukum impiannya, namun ditolak sehingga ia mencoba mendaftar di berbagai firma hukum lainnya. Setelah sekian lama, tidak ada firma hukum yang memanggilnya sehingga ia berkeja sebagai pengajar di sekolah hukum mengenai diskriminasi seks dan hukum. Hal tersebut menunjukkan diskriminasi pada perempuan dalam hal pekerjaan. Ruth mewakili sebagai seorang perempuan memberikan gambaran mengenai susahnya perempuan yang ingin mendaftar bekerja dalam firma hukum yang didominasi laki-laki meskipun ia memiliki nilai terbaik. Nilai yang didapat oleh Ruth selama perkuliahan seakan tidak penting karena terbatasi oleh gender yang dimiliki. Perempuan diarahkan sebagai pengajar seolah-olah mereka tidak memiliki hak untuk memilih pekerjaan apa yang mereka inginkan.

c. Diskriminasi Gender Di Mata Hukum

Diskriminasi gender dalam film tidak hanya didapat oleh perempuan saja namun laki-laki juga. Martin (suami Ruth) yang bekerja sebagai pengacara dalam bidang pajak memperoleh kasus mengenai diskriminasi pajak kepada pria. Ia memperlihatkan kasus tersebut kepada Ruth karena Ruth sangat tertarik dengan kasus yang berhubungan dengan diskriminasi. Dalam scene diperlihatkan perjuangan Ruth dalam kasus Charles Moritz hingga ke pengadilan dan menuntut ganti rugi kepada pemerintah.

5fbcece5c4696.jpg10 Chris Mulkey as Charles Moritz.jpg



(Gambar 4. Mr Moritz berada di persidangannya) (Gambar 5. Ruth menjadi pengacara dalam kasus Moritz)

Permasalahan diskriminasi gender terjadi kepada Charles Moritz. Ia merupakan seorang laki-laki yang belum menikah dan sedang merawat ibunya. Permasalahan yang ia hadapi terkait pajak deduksi dari pemerintah Amerika. Charles Moritz tidak mendapat deduksi pajak dari pemerintah karena ia memperkejakan perawat untuk mengurus ibunya.  Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang disana, dimana seorang lelaki yang belum menikah tidak mendapatkan deduksi pajak. Hal ini dikarenakan lelaki dianggap tidak melakukan kerja perawatan dan bukan tanggung jawabnya untuk mengurus keluarga. Permasalahan tersebut terkait dengan peran laki-laki. Dalam budaya patriarki, peran laki-laki berada di ranah publik sehingga peran domestik seperti merawat orang tua menjadi peran perempuan. Apabila laki-laki melakukan kerja domestik ataupun sebaliknya maka akan dipandang sinis oleh masyarakat. Budaya patriarki yang mengakar berpengaruh kepada peraturan undang-undang yang dibuat sehingga terlihat beberapa peraturan undang-undang yang bersifat seksis. Peraturan undang-undangan yang bersifat sexis tersebut mempengaruhi hak sebagai perempuan dan laki-laki sehingga mengakibatkan terjadinya diskriminasi gender.

d. Diskriminasi Gender Dalam Bidang Sosial

Ruth memiliki anak perempuan bernama Jane. Dalam film diperlihatkan hubungan anak dan ibu tersebut awalnya kurang akur namun setelah mereka berjalan berdua pada siang hari, Jane dan ibunya mengalami kasus cat calling di jalan dan Jane berani untuk melawannya. Ruth yang melihat hal tersebut kagum terhadap anaknya dan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk melakukan perjuangan dalam hal diskriminasi sex.

unnamed.jpg




(Gambar 6. Jane dan Ruth sedang berjalan mencari sebuah alamat)

Permasalahan diskriminasi gender yang terjadi yaitu ketika Ruth dan Jane berjalan berdua di publik. Jane dan Ibunya yang sedang mencari sebuah alamat terlihat digoda oleh laki-laki. Jane merasa kurang nyaman sehingga melawan laki-laki tersebut dengan cara menegurnya. Hal tersebut memperlihatkan mengenai diskriminasi gender terkait hak perempuan berjalan dengan rasa nyaman di ranah publik. Cat calling atau ucapan menggoda sering kali diterima oleh perempuan ketika sedang berada di jalan umum. Budaya patriarki yang menganggap perempuan sebagai objek membuat laki-laki merasa superior sehingga laki-laki kerap kali melakukan hal-hal tercela terhadap perempuan salah satunya cat calling. Rasa nyaman ketika sedang melalui fasilitas umum merupakan hak setiap manusia entah laki-laki maupun perempuan. Perasaan superior laki-laki yang hanya menganggap perempuan sebagai objek mengakibatkan terjadinya cat calling sehingga membuat perempuan tidak merasa nyaman. Dimana hal tersebut menjadi salah satu diskriminasi gender yang dialami oleh perempuan.

SIMPULAN

Film On The Basis Of Sex merupakan salah satu film yang menggambarkan diskriminasi gender di Amerika Serikat. Film ini berdasarkan kisah nyata perjuangan Hakim Agung Ruth Bader Gingsburg dalam memperjuangan diskriminasi gender. 

Istilah gender dan seks yang masih tertukar dalam masyarakat membuat terjadinya bias gender dan berakibat diskriminasi gender. Dengan menggunakan analisis Teori feminis liberal yang berpihak pada upaya pembebesan perempuan yang didasarkan hak setiap manusia ditemukan 4 permasalahan diskriminasi gender dalam film On The Basis Of Sex. Permasalahan diskriminasi gender tersebut berada di bidang pendidikan, pekerjaan, sosial, dan di mata hukum. Permasalahan diskriminasi gender tidak terjadi hanya kepada perempuan namun juga laki-laki.








DAFTAR PUSTAKA

Cort, Robert W (Producer) . 2018. On The Basis Of Sex[Netflix]. Amerik Serikat: Focus Features. 120 menit.

Kompas.com (24 November 2020). Sinopsis On The Basis Of Sex, Kisah Perjuangan Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg. https://www.kompas.com/hype/read/2020/11/24/182703166/sinopsis-on-the-basis-of-sex-kisah-perjuangan-hakim-agung-ruth-bader?page=all (diakses pada tanggal 30 Juni 2021 pukul 18.51)

Mander, Aprilia Widya. 2019. Cerminan Feminisme Dalam Novel The Best Of Me Karya Nicholas Sparks. Skripsi. Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Nursalim. 2011. Diskriminasi Gender Di Media Televisi. Jurnal Marwah. Vol 10, No 2.

Sarasjati, Gadang M. 2016. Representasi Nilai-Nilai Feminisme Liberal Dalam Film (Analisis Semiotik Film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar). Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Suarakarta.



Comments